
Tips Jitu Agar Rumah Cepat Laku Terjual di IklanMedan.com
Menjual rumah di Kota Medan yang pasarnya sangat dinamis membutuhkan strategi yang tepat. Banyak pemilik rumah mengeluhkan properti mereka yang
Baca Blog
Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah kasta tertinggi legalitas kepemilikan tanah dan bangunan di Indonesia. Bagi Anda yang memiliki rumah atau tanah di Medan—baik dari hasil pembelian, warisan, maupun konversi dokumen lama (Girik/HB) menjadi sertifikat—mengurus SHM adalah langkah krusial untuk memberikan kepastian hukum serta meningkatkan nilai jual properti Anda secara signifikan.
Banyak masyarakat di Medan menganggap pengurusan sertifikat di Kantor Pertanahan (BPN) rumit dan memakan biaya mahal. Padahal, jika Anda memahami syarat dan prosedurnya, mengurus SHM secara mandiri sebenarnya sangat transparan dan jelas.
Sebelum mendatangi Kantor Pertanahan (BPN) Kota Medan atau Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang (sesuai lokasi properti Anda), siapkan dokumen-dokumen penting berikut:
Formulir Permohonan (diisi dan ditandatangani di atas meterai oleh pemohon atau kuasanya).
Fotokopi KTP dan KK pemohon yang telah dilegalisasi.
Fotokopi NPWP.
Bukti Kepemilikan Tanah: Asli surat tanah lama (seperti Girik, Akte Jual Beli (AJB), Surat Keterangan Tanah (SKT) dari Kepling/Lurah, atau Surat Waris).
Surat Pernyataan Fisik Bidang Tanah: Surat keterangan bahwa tanah dikuasai secara fisik, tidak dalam sengketa, dan batas-batasnya disetujui tetangga.
Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan beserta bukti pelunasannya (STTS).
Bukti Pembayaran PPh dan BPHTB (Pajak Pembeli/Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan).
Berikut adalah alur tahapan resmi pengurusan SHM secara mandiri:
Datangi Kantor Pertanahan setempat, ambil antrean, dan serahkan berkas persyaratan di loket pelayanan. Petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen Anda.
Setelah berkas dinyatakan lengkap, Anda akan menerima Surat Perintah Setor (SPS) untuk membayar biaya pemeriksaan tanah dan biaya pengukuran lokasi. Pembayaran dapat dilakukan via bank atau metode pembayaran resmi lainnya.
Petugas ukur BPN akan menjadwalkan peninjauan lokasi. Pada hari pengukuran, Anda (atau perwakilan) beserta pemilik tanah pembatas (tetangga kiri, kanan, depan, belakang) wajib hadir untuk menyepakati batas-batas bidang tanah.
Hasil pengukuran akan ditransformasikan menjadi Surat Ukur. Selanjutnya, Panitia A (atau petugas pemeriksa tanah) akan melakukan penelitian data yuridis dan fisik tanah.
Untuk konversi tanah adat/girik, akan ada masa pengumuman di kantor kelurahan/BPN selama 60 hari untuk memastikan tidak ada sanggahan atau klaim sengketa dari pihak lain. Jika bersih dari sengketa, Keputusan Hak Tanah akan diterbitkan dan SHM siap dicetak.
Waktu Penyelesaian: Rata-rata memakan waktu 38 hari hingga beberapa bulan tergantung pada kelengkapan berkas, kejelasan batas tanah, serta jenis asal-usul tanahnya.
Estimasi Biaya: Biaya resmi BPN dihitung berdasarkan luas tanah, lokasi, dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Anda bisa menghitung estimasi biaya resmi melalui kalkulator layanan BPN di aplikasi Touch Tanahku.
Pastikan Batas Tanah Jelas: Pasang patok batas tanah yang permanen sebelum petugas ukur datang.
Koordinasi dengan Kepling/Lurah: Pastikan riwayat penguasaan tanah tercatat dengan jelas di tingkat kelurahan setempat.
Gunakan Layanan Resmi: Hindari menggunakan jasa calo tak resmi agar terhindar dari risiko pungli atau pemalsuan dokumen.
Memiliki rumah atau tanah berstatus SHM memberikan rasa aman, nilai investasi yang jauh lebih tinggi, serta kemudahan jika kelak ingin dijadikan agunan KPR maupun dijual kembali.
Cari Properti Berstatus SHM Aman di Medan?
Jelajahi ratusan listing rumah, tanah, dan ruko bersertifikat resmi di Kota Medan hanya di iklanmedan.com. Jual beli properti jadi lebih tenang dan terpercaya!
Apakah blog ini bermanfaat?
0
0

Menjual rumah di Kota Medan yang pasarnya sangat dinamis membutuhkan strategi yang tepat. Banyak pemilik rumah mengeluhkan properti mereka yang
Baca Blog
Pasar properti di Medan terus mengalami pergeseran selera, terutama di kalangan keluarga muda dan generasi milenial. Jika beberapa tahun lalu ru
Baca Blog
Kota Medan terus berkembang menjadi salah satu pusat perekonomian terbesar di Indonesia. Pertumbuhan infrastruktur yang pesat, mulai dari akses
Baca Blog